Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Tips Memimpin Karyawan Generasi Milenial

Daftar Isi [Tampil]

Tips Memimpin Karyawan Generasi Milenial - Setiap kita tentu tidak asing dengan yang namanya generasi milenial. Sebetulnya apa sih generasi milenial?  Generasi milenial sendiri merupakan generasi yang lahir pada kisaran 1980 hingga 2000-an.

Tips memimpin karyawan generasi milenial

Nah, generasi ini sekarang menjadi generasi special yang bahkan dijadikan istilah bagi anak muda masa kini. Sebagai seorang pemimpin perusahaan di dalam dunia kerja, memimpin generasi milenial tidak semudah generasi-generasi tua yang gitu-gitu aja. 

Generasi milenial adalah generasi komplek. Sebab, tantangan mereka seiring zaman akan semakin sulit ke depannya.

Sebab itu, kita perlu yang namanya mengerti dan memahami kaum generasi milenial atau generasi Y ini. Jika kita pandai memahami generasi milenial, kita akan tahu bagaimana cara memimpin mereka dengan baik agar perusahaan menjadi semakin maju dan memiliki pencapain besar.

Bagaimana cara menyeimbangkan agar kita sebagai pemimpin bisa mengerti cara memimpin generasi milenial?

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk memimpin generasi milenial agar perusahaan bisa menjadi lebih berkembang dengan baik bersama generasi milenial.

1. Tawarkan pelatihan Pengembangan Diri/Self-improvement

Tips pertama untuk memimpin karyawan generasi milenial adalah dengan menawarkan pelatihan pengembangan diri atau  biasa disebut dengan istilah self-improvement. Generasi milenial adalah generasi yang memiliki semangat tinggi untuk mencari passion. 

Mereka memiliki rasa penasaran dan ketertarikan tinggi terhadap sesuatu. Dengan kita menawarkan mereka pelatihan pengembangan diri, tentu mereka akan semakin semangat dalam bekerja. 

Apalagi, jika mereka telah berhasil melakukan pengembangan diri, yang untung tentu saja perusahaan, kan?

2. Pandai-pandailah Menyesuaikan Diri

Cara selanjutnya tentu sebagai pemimpin kamu harus pandai menyesuaikan diri. Jangan terlalu kaku atau terlalu saklek. Jangan sampai memaksakan kehendak dan memaksa karyawan generasi milenial untuk melakukan cara kerja milikmu.

Dengan memaksakan kehendak, tentu saja generasi milenial ini tidak akan betah berakibat resign atau keluar kantor dengan mudahnya. Cobalah untuk fleksibel, ya.

3. Hargai Keahlian Karyawan Generasi Milenial

Memimpin karyawan generasi milenial itu tidak mudah. Sebab itu perlu strategi khusus untuk “menaklukkan hati” mereka. Jadi, hargailah keahlian mereka. Misalnya saja, libatkan mereka dalam suatu proyek besar.

Dengan memberikan mereka kesempatan untuk menjadi hal penting dalam proyek besar, tentu mereka akan senang. Jika mereka senang, tentu saja produktifitas mereka semakin meningkat dan semakin semangat dalam bekerja.

4. Berikan Pujian Kepada Karyawan

Siapa sih yang  tidak suka dipuji? Setiap manusia pasti suka dipuji dan disanjung-sanjung. Apalagi generasi milenial. Jika mereka telah melakukan pekerjaan dengan sempurna, ada baiknya pemimpin memuji dengan kata-kata yang membuat mereka tersanjung. Jika mereka tersanjung, tentu saja mereka akan lebih bersemangat untuk bekerja.

5. Jadilah Support System

Tips memimpin karyawan generasi milenial berikutnya yaitu kita bisa menjadi support system untuk karyawan generasi milenial dengan cara mengadakan pertemuan one on one. Misalnya, jika salah satu karyawan sedang tidak bersemangat, kita bisa memanggilnya secara personal untuk menanyakan tentang pekerjaan dan tentang dirinya.

Jika dia mengalami suatu hal tak terduga, kita bisa memberinya support atau dukungan, menyemangati dan memotivasi. Dengan begitu, semangatnya akan muncul kembali dan berkata dalam hati, “Oh ternyata atasanmu memerhatikan aku ya!

6. Jangan Sepelekan  Karyawan

Beberapa orang bilang bahwa generasi milenial itu cenderung negative karena mereka katanya adalah generasi manja. Ditempa sedikit langsung jatuh. Padahal tidak semua generasi milenial seperti itu.

Mereka juga memiliki skill atau keahlian yang tidak semua orang bisa melakukannya. Jangan sampai mendengarkan orang bahwa generasi milenial itu negatif, kita jangan sampai lupa bahwa keahlian mereka juga banyak dan sulit dicari.

Itulah beberapa hal yang bisa kita perhatikan jika kita sebagai pemimpin, untuk memimpin karyawan generasi milenial. Jadi, jangan sepelekan generasi milenial. sebab mereka memiliki skill-skill dan keahilan yang tidak setiap orang miliki.