Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Setelah Memiliki Anak

Daftar Isi [Tampil]

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Setelah Memiliki Anak - Buat pasangan yang kini sedang menanti-nanti buah hati yang akan lahir dalam waktu dekat. Tentu akan menemui banyak perasaan campur aduk.

Cara mengatur keuangan rumah tangga

Antara bahagia yang tak bisa diekspresikan dalam rangkaian kalimat. Hingga cemas yang menghinggap di dalam diri perihal kebutuhan. Sebab, bertambahnya anggota baru di dalam rumah, artinya juga akan bertambah pula kebutuhan yang harus dipenuhi nantinya. 

Apalagi, yang namanya orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Dengan kehadiran si mungil bersama segala kebutuhannya, serta kebutuhan rumah tangga sendiri yang juga harus terpenuhi.

Kita semestinya lebih pandai mengatur keuangan rumah tangga kita lagi, bukan? Mulai dari merombak managemen keuangan, mengelola uang dengan lebih bijak hingga membuat skala prioritas baru seperti membelikan anak asuransi pendidikan dan dan asuransi jiwa.

Lalu, bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga setelah memiliki anak?

Nah, berikut ini adalah beberapa cara mengatur keuangan rumah tangga setelah punya anak, yang mungkin bisa kamu terapkan:

1. Tepatlah Dalam Menyusun Skala Prioritas

Pertama, yang perlu kamu lakukan dalam mengelola keuangan rumah tanggamu yaitu dengan menyusun skala prioritas dengan lebih tepat. Sebab, setelah memiliki anak kamu akan menemukan beberapa kebutuhan yang mesti dikesampingkan.

Kamu sebaiknya prioritaskan terlebih dahulu hal-hal utama seperti biaya kesehatan si mungil, asuransi jiwa, hingga bahkan asuransi pendidikan.

Kamu juga perlu memprioritaskan kembali tabungan dan keperluan dana darurat. Hal ini perlu kamu perhatikan karena akan menjadi keperluan tetap dan sangat penting dalam jangka waktu yang panjang nantinya.

2. Kelola Keuangan Dengan Lebih Bijak

Selanjutnya, kamu mesti mengelola keuanganmu dengan lebih bijak. Artinya, kamu harus lebih menghemat dalam memenuhi kebutuhanmu.

Misalnya saja. Hal-hal yang ketika belum hadir si mungil kamu terlalu konsumtif dengan menjadwalkan ngopi di luar tiap akhir pekan bersama pasanganmu, atau mungkin berbelanja di online shop secara random padahal tak butuh-butuh banget.

Kalau perlu dana-dana yang dibutuhkan untuk kebutuhan life-style dipindah-anggarkan ke dana darurat, dana investasi atau dana menabung. Lalu kamu bisa mulai menyusun kebutuhan anakmu dengan memberikan yang terbaik. Namun tetap memperhatikan keefisienan. 

Misalnya, karena anak tumbuh kembangnya cepat, tentu kebutuhan pakaiannya juga cepat berganti. Nah, agar efisien, kamu bisa membeli baju-baju yang agak gede, dijahit sementara dengan ukuran lebih pendek. 

Nanti jika sudah mulai tumbuh besar, baju-baju tersebut bisa dikembalikan ke ukuran semula. Mudah, kok. Nanti bisa tanya-tanya ke tukang penjahitnya.

Dengan melakukan hal-hal efisien, memangkas kebutuhan life-style, kamu akan lebih hemat dan lebih bijak dalam mengelola keuanganmu.

3. Mulailah Menabung Untuk Emergency Fund

Pada poin-poin sebelumnya, telah sedikit disinggung bahwa dana darurat adalah hal yang perlu diperhatikan. Artinya, alih-alih memangkas kebutuhan life-style justru memangkas kebutuhan investasi dan bahkan kebutuhan savings serta emergency fund (dana darurat).

Setelah hadirnya si mungil dalam rumah, menyisihkan dana darurat adalah sebuah kewajiban. Jadi istilahnya bukan menyisakan, namun memprioritaskan. Nah cara mengatur keuangan rumah tangga setelah memiliki anak yang satu ini merupakan cara yang efektif untuk menabung.

Hal ini untuk menghindari hal-hal tak terduga di masa-masa yang akan datang. Dengan adanya dana darurat pun kamu tak perlu terpaksa hutang sana sini untuk menutupinya.

Nah, idealnya kamu bisa harus menyisihkan dana darurat yang berkisar 6 hingga 12 kali lipat dari gaji per bulanmu. Tak apa-apa. Sedikit demi sedikit akan menjadi bukit, kok. Asalkan konsisten dan rutin saja.

4. Kalau Punya Hutang Segera Lunasi Dulu

Sebenarnya ini poin terpenting, sih. Kalau kamu punya hutang. Baik berupa cicilan atau sejenisnya lebih baik segeralah lunasi terlebih dahulu. Sebab hadirnya si mungil di dalam rumah akan membuat kebutuhanmu semakin bertambah. 

Jika kamu masih punya hutang sana-sini, kamu akan lebih kerepotan nantinya. Ketika si mungil sudah hadir, artinya finansial dalam rumah tangga pun harus stabil. Jadi, sebisa mungkin usahakan untuk membebaskan diri dari hutang yang menumpuk.

5. Kalau Memungkinkan, Bikin Investasi Pendidikan

Karena kurikulum di Indonesia sering berubah, bisa jadi dana setiap tahunnya berubah-ubah bahkan semakin naik. Artinya, kamu harus menyiapkan investasi pendidikan untuk si mungil jauh-jauh hari. Ada beberapa bentuk investasi pendidikan. 

Misalnya saja tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, atau bahkan kamu bisa menyiapkan investasi berupa tanah yang anti riba. Kalau kamu memutuskan untuk membeli investasi pendidikan, kamu harus memperhatikan seluk beluk pihak perusahaannya. Kemudian telusuri jangka waktunya dan sebagainya.

Itulah beberapa cara mengatur keuangan rumah tangga setelah memiliki anak. Semoga beberapa tips ini bermanfaat dan bisa membantumu, ya!